Tuesday, July 28, 2020

Kucin Jantan Birahi Menjadi Berani

Dalam beberapa pekan ini kami suka ngerasanin kucing jantan milik tetangga yang bernama George (maaf yang punya nama ini, tapi ini fakta). Dengan tubuhn yang besar, berwarna orange, cat womanizer dan suka menyerang kucing jantan yang lain.

Kami tidak akan pernah lupa george menyerang kucing kami, keling. Hasilnya adalah beberapa luka di tubuhnya.

Sehari-hari kami sebelum tidur kami suka menjelek-jelekkan george. Dalam brolcing (ngobrol kucing) selalu terselip adegan dimana george saya tendang sampai ke matahari. Di sana dia gosong dan berganti nama menjadi gocing. Gosong kucing.

Namun kemarin ada sebuah fakta yang brutal. Keling diserang oleh kucing jantan lainnya. Namanya si koneng.

Saya dan keluarga terheran-heran. Karena dalam fikiran kami, hanya george yang jadi tokoh jahatnya.

Namun ini membukakan cakrawala pikiran kami. Kucing jantan yang birahi akan berani. Dia akan menyerang kucing jantan yang lain. Apalagi kalau lawannya lebih kecil seperti Keling. Karena ini masalah penerus kejayaan keluarga. 

Maafkan kami george. Dan malam ini adegan dia ditendang ke matahari, saya hilangkan.

Saturday, July 25, 2020

Keling Mencari CInta

Setelah lima hari tidak pulang-pulang selama lima hari akhirnya Keling kucing kami pulang juga. Gila nih anak mau coba-coba menjadi Bang Toyib versi kecil-kecilan dan versi binatang kali ya.

Seperti yang diketahui kucing jantan akan mengalami puber atau beger. Dia mulai mencari tulang rusuknya yang hilang - kucing betina untuk mengetahui arti kehidupan.

Keling pun mengalami ini dan kami pun sudah menyadarinya.

Di sela-sela ceritanya Keling Mencari Cinta, dia menceritakan ada seekor kucing betina yang telah mencuri hatinya dan dia berniat menghabiskan sisa hidupnya dengan betina tersebut.

Tinggal saya, sang ayah manusianya bingung, kantor urusan agama apa yang mau mengurusi pernikahan dua insan binatang ini yang sedang dimabuk cinta.


Pengaruh Social Media Buat Saya

Kalau saya perhatikan social media itu beda-beda ya. Beda-beda di sini bisa diartikan macam-macam. Untuk saya beda-beda di sini adalah pengaruh yang saya terima.

Saya mengibaratkan social media itu seperti tempat tongkrongan anak-anak remaja tahun 90-an. Ada tongkrongan yang asyik dan ada yang enggak.

Saya sendiri mempunyai beberapa akun social media. Dan di bawah ini saya tuliskan ulasan singkatnya :
- ada yang membuat saya semakin asosial (aneh kan) dan sendiri
- ada yang membuat saya emosi dan ikut-ikutan mendukung si ini dan si itu.
- ada yang membuat saya iri karena kemudahan dan kesenangan yang orang-orang tampilkan dalam akun mereka.
- ada yang membuat saya merindukan teman-teman saya dan ingin berbagi kenangan.
- ada yang membuat saya jadi bertambah tahu walau pun 1 cm!

Demikian ulasan saya beberapa social media. Teman-teman silahkan menebak social media mana yang dimaksud.

Matahari Juni Juli

Matahari di bulan Juni dan Juli adalah matahari yang paling saya cintai. Sinarnya yang hangat membantu membuat para kucing betina lebih cepat mencapai b****i, mengundang kucing jantan untuk membuahinya. Seperti yang kulihat tadi pagi sepasang kucing berlarian penuh kasmaran, membuat iri para kaum yang masih sendiri.

Buat saya matahari dalam bulan-bulan ini adalah matahari yang kaya-kayanya, membuat memproduksi dopamine lebih banyak sehingga menimbulkan kesenangan dan kebahagian, dan maka turut bersedih ketika di bulan-bulan ini juga ada teman yang sudah bisa lulus kuliah namun kita masih berkutat dengan buku kuliah dan teman-temannya. Makanya saya menjadi mengerti arti hujan di bulan Juni.

Di bulan Juni Juli ini saya menerbangkan doa-doa, pengharapan agar diberikan kebaikan dan keberkahan untuk kita semua. Dan semoga badai yang sedang melanda negeriku dan dunia segera berlalu. Aamiin.

Wednesday, July 8, 2020

Kalau Kucing Kerja, Kita Ngapain ?

Seorang anak protes kepada ibunya karena sering disuruh ini dan itu.

"Enakan jadi keling, kerjanya cuma makan dan main saja. Enggak kerja, enggak belajar."

"Nak, kalau keling itu bekerja dan belajar, nanti ayahmu enggak punya kerjaan, terus kamu enggak bisa sekolah."

Pesan Keling kepada Kucing di Seluruh Dunia

Di hari yang suasananya pas, setelah makan dan BAB dan cukup tidur Keling mulai mengetikkan pesan kepada seluruh kucing di seluruh dunia.
"Wahai para kucing di seluruh dunia. Bersabarlah kita semua. Bersabar untuk terus berpura-pura memasang tampang bodoh dan melakukan hal-hal konyol. Bergelut setiap melihat bola benang wol, mendengkur setiap tengkuk kita dielus-elus. Hal ini kita lakukan demi keberlangsungan bangsa kucing dimana pun. Ketika kita setiap dengan hal-hal di atas, umat manusia akan mengira bahwa kita adalah mahluk lucu dan menggemaskan. Setelah itu mereka mau merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya makan, mandi dan biaya kebiri kita (ups). Demikian.

Keling menghentikan kegiatan tulis menulisnya. Ayah manusianya kebetulan lewat. Keling pun mulai menggesek-gesekkan kepala dan badannya ke kaki ayahnya ini.
"Aku melakukan ini demi keberlangsungan bangsa kucing," kata Keling dalam hati.

Setelah Diadopsi

Dua pekan setelah diadopsi, keling mengirimi pesan kepada ibu manusia yang memelihara dia sebelumnya. Maksudnya mau menceritakan suka duka dengan pemilik barunya. Isi pesannya sebagai berikut :

Keling : Ibu di sini, aku diperlakukan seperti binatang.
Ibu : Loh, kamu memang binatang, Keling!
Keling : Oh, iya. Aku tidak jadi ceritanya. Ternyata di sini aku bahagia.