Monday, September 30, 2019

Ternyata Cuma Ngebacot Doang

Umat Islam biasanya terbelah menjadi dua menjelang pemilu, baik pemilu pemilihan anggota legislatif atau pemilihan presiden. Ada yang berpendapat bahwa pemilu itu sesuatu yang boleh-boleh saja dan ada yang berpendapat tidak boleh. Yang berpendapat tidak boleh ini berdasarkan kepada bahwa pemilu sebagai bagian dari demokrasi bukanlah berasal dari (ajaran) Islam. Maka tidak bisa diterima.

Yang menjadi ramai adalah ketika dua pihak yang bersebelahan saling beradu argumen. Tiada habis-habisnya menggunkan dalil ini dalil itu. Dan keduanya (saya rasa) terdiam ketika partai yang dianggap anti Islam atau setidaknya dianggap tidak mewakili aspirasi umat Islam yang menang. Ribut yang menghabiskan energi itu ternyata tidak menghasilkan apa-apa. 

Monday, September 23, 2019

Kesuksesan Seorang Suami Tergantung Istri

Di balik kesuksean seorang suami ada sosok istri di belakangnya
Kesuksean Seorang Suami Didukung Oleh Seorang Istri

Ada yang pernah dengar ungkapan ini enggak? Dibalik kesuksesan seorang pria ada sosok wanita hebat.

Ada yang tahu enggak maksudnya enggak? Pasti kita akan menjawab seorang istri yang selalu memberikan dukungan kepada suaminya, bisa membuat karir sang suami meningkat dan lebih mudah mencapai kesuksesan. Maaf bukan itu artinya.

Menurut gua ungkapan ini belum selesai. Belum titik, baru koma saja. Yang lengkapnya, menurut gua di balik kesuksesan seorang pria ada sosok wanita yang hebat, yang mau bersabar melihat kelemahan lelakinya.

Monday, September 16, 2019

Akhir Pekan Di Sebuah MIni Market

Hari ini adalah akhir pekan. Saat orang-orang bersuka cita mengisi waktu selepas penuh dengan pekerjaan sehari-harinya. Apalagi kalau bertepatan dengan tanggal muda; tanggal gajian. Makin berlebih-lebihlah suka citanya orang ini. Tidak terkecuali kami.

Selepas sholat ashar, semua anggota keluarga telah mandi sore. Termasuk Ayah yang mandi hanya pagi hari. Anak-anak sudah rapi di ruang tengah sambil menonton tivi. Ibu masih sibuk berpakaian. Karena ia orang yang paling terakhir mandi. Karena harus memandikan anak-anak terlebih dahulu.

Ibu keluar dari kamar. Dia sudah rapi. Ini tandanya kami sudah siap berangkat. Berempat kami keluar rumah dengan berjalan kaki. Kakak berjalan di depan bersama ayah. Sedangkan adik di belakng bersama ibu. Sedari tadi keduanya tak henti-henti berceloteh tentang apa yang mereka lakukan di tempat tujuan mereka nanti. Sesekali terdengar gelak tawa mereka.

Wednesday, September 11, 2019

Tetap Kelaparan dan G****k!

Stay hungry. Stay foolish. (Steve Jobs)


Sejujurnya saya baru memahami perkataan Steve Jobs ini. Secara sederhananya kita harus terus berkarya dan terus belajar. Khusus untuk belajar, kita bisa belajar apa saja, kapan saja, dimana saja dan sama siapa saja. Kalau ada punk bilang alam raya adalah sekolahku, semua orang adalah guru.

Semangat terus belajar ini benar-benar dicontohkan oleh atasan saya di kantor. Atasan saya ini pernah didapati menyimak dengan antusias penjelasan teknisi mesin foto copy. Padahal atasan saya ini lulusan master dari Amerika dan pernah kerja di berbagai perusahaan asing. Tapi namanya belajar bisa sama siapa saja. Kebetulan dia tidak mengerti mesin foto copy maka belajar kepada teknisi mesin foto copy.

Sudah Makan Saja...

Di keluarga saya sepertinya pantang untuk mencela makanan. Setidaknya itu yang saya yakini. Saya pernah dimarahi abang tertua saya karena mencela makanan yang sedang dimakan. Saya pernah melihat abang ketiga saya dimarahi abang kedua saya karena dia bilang sayur tahu buatan Ibu seperti sayur tembok. Karena hal ini begitu lekat dalam ingatan, makanya saya hanya mengenal dua jenis makanan. Enak dan enak sekali.

Waktu kuliah saya punya seorang teman dekat. Hal yang tidak saya sukai darinya adalah kalau lagi makan sesuatu, dia akan membanding-bandingkan dengan makanan yang paling enak. Misalnya kalau kita makan nasi padang, maka dia akan bercerita nasi padang yang enak yang warungnya di simpang. Kalau kita makan martabak, dia akan bilang tukang martabak yang enak di mana. Dan dia suka menyarankan enaknya makanan itu sebaiknya "digimanakan".

Monday, September 9, 2019

Cukup Panggil Nama Saja!

Karena beberapa kali bertemu di travel yang sama setiap malam senin, akhirnya kami saling berkenalan. Dua orang pria yang sama-sama menetap di Bandung, namun mencari makannya di Jakarta dan sekitarnya. Saya bekerja di perusahaan kosmetik, dia mengajar di sebuah universitas swasta di daerang Tangerang Selatan. Ya, kami sama-sama anggota komunitas PJKA. Pulang jumat kembali ahad.

Setelah berbasa-basi, kami mulai bicara lebih dalam. Ternyata saya dan dia sama-sama lulusan sebuah institut negeri di Bandung. Dia kenal beberapa teman saya. Saling bercerita tentang kawan yang sama-sama kami kenal mulai mengalir.

Setelah lama kami berbicara, saya dan dia memanggil dengan sebutan Pak. Padahal usia saya dan dia hanya beda beberapa bulan. Menurut saya ketika saling menyapa masih menggunakan panggilan Pak atau Ibu, masih ada jarak yang terbentang di antara kami. Ini bisa saja masing-masing kami tidak mau terlalu dalam untuk mengenal satu sama lain. Terkadang saya rindu berbicara dengan saling memanggil dengan nama masing-masing. Sebuah bentuk keakraban tanpa harus menghilangkan saling menghormati. Dan saya baru sadar, selepas saya kuliah saya selalu memanggil dan dipanggil "Pak" ketika berkenalan dengan orang baru. Cukup, panggil nama saja.




Thursday, September 5, 2019

Dua Orang Yang Ingin Kupukul !

Seumur-umur dalam hidupku, ada dua tipe manusia yang membuat naik pitam. Karena kelakuannya itu membuat aku ingin sekali memukulnya. Tapi bohong gak jadi.

Manusia pertama yang kutemui adalah seorang bujang lapuk yang belum menikah juga. Di usia kepala empat puluh dia belum menikah juga. Ketika kutanya mau menikah? Dia jawab mau! Karena ingin berbaik hati menolongnya saya meminta seorang teman kerja untuk mencarikan anak gadis yang belum menikah. Kawan yang dimintakan tolong ini pun dengan semangat menanggapinya.
"Kriterianya seperti apa?"Tanya kawan ini.
"Oh, nanti saya tanya sama kawan yang mau menikah ini."Jawabku.