Tuesday, April 26, 2011

Ngimpi Siang Bolong

oleh : hasan abadi kamil

Pernah saya berkhayal seperti ini. Di sela - sela waktu sebagai kelas pekerja saya masih bisa melakukan kegiatan berbudaya : menulis. Jenis tulisan yang dihasilkan, memperkuat posisi saya sebagai pengkhayal, kebetulan adalah membuat novel dan sejenisnya.

Hingga suatu saat novel yang saya release laku keras di pasaran dan dicetak ulang berkali - kali. Untuk melengkapi kesuksesan tersebut saya diundang seminar, talk show di mana - mana; tidak lupa pake acara tanda tangan buku kepada para penggemar buku - buku saya. Untunglah tidak ada yang pingsan karena berdesak - desakan seperti menonton konser musik.

Puncaknya, Andi F. Noya pun meminta saya untuk hadir di acara K!CK ANDY. Wow! Senangnya bisa hadir di tivi. Kemarin - kemarin cuma bisa lihat orang masuk tivi, sekarang saya ada di dalam tivi hehehe.

"Mengapa Anda menulis novel?" Pertanyaan pertama dilontarkan oleh Bung Andy.

Kira - kira saya akan jawab seperti ini :

"Diantara rutinitas kerja, dari tujuh pagi sampai lima sore, senin sampai jumat serta segala keterbatasan saya menikmati weekend maka menulis menjadi pilihan terbaik untuk rekreasi."

"Saya baca di koran, bahwa novel Anda sebentar lagi akan difilmkan. Beberapa produser ternama sudah menemani Anda?"

"Betul Pak Andy. Bagi saya siapa pun produsernya, kalau novel saya di-film-kan saya hanya minta dua syarat."

"Apa saja syaratnya itu?"

"Satu untuk hair dan make up pake produk W*rd*h (di blog gak boleh nyebut merek hehehe) tempat saya bekerja. Kedua untuk pemeran utama, saya tidak bersedia."

"Kenapa Anda tidak mau jadi pemeran utama?"

"Bukan apa - apa Pak Andy, dalam novel yang difilmkan peran utamanya seorang perempuan. Jelek - jelek begini saya masih normal."

"Hahahahahahahaha" Suara audiens tertawa.

"Ngomong - ngomong, dari tadi kita sudah ngalor ngidul ngomongin novel ini, kok saya belum tahu judul novelnya? " Tiba - tiba Bung Andy mengeluarkan pertanyaan yang saya amat sangat hindari.

Keringat dingin mulai mengalir deras. Otak saya beku, lidah saya kelu.

"Hmmmm.....namanya juga mimpi, jadi judulnya saya belum ada."Akhirnya meluncur kata - kata itu dari mulut saya.

"Yah...Bangun dah subuh!!!" Istri saya mengguncang - guncang bahu saya.

2 comments:

  1. katanya subuh, kok judulnya siang bolong? belum singkron ya? hehehe

    ReplyDelete
  2. Bukannya belum sinkron Jay, mimpiku itu seperti mimpi di siang bolong.... sebagian isi tulisan merupakan curahan hati yang paling dalam :)

    ReplyDelete