Thursday, June 28, 2012

Cubit Dulu

oleh : hasan abadi kamil

Seorang ibu yang kebetulan ustadzah regional RT RW begitu semangat dan kagum menceritakan pernikahan salah satu murid pengajiannya kepada anak perempuannya. Muridnya yang kaya mau menikah dengan seorang pemuda yang miskin, karena perilakunya yang baik. Padahal dia tidak sadar, bahwa anaknya jua mengalami hal yang sama. Dan pada waktu itu dia tentang habis - habisan karena calonnya begitu miskin.

Seorang Bapak yang pendidik memberikan nasihat pendek kepada orang tua muridnya yang mengeluhkan pilihan hidup anaknya. Anaknya ingin mencoba berusaha dan tidak mau jadi karyawan atau PNS. Dalam nasihatnya biarkan saja dia mau jadi apa, yang penting halal. Padahal sebelumnya dia habis menginterogasi anak laki - lakinya yang punya pilihan yang sama.

Masak si teman kamu itu ditolak lamarannya karena beratnya yang 150 KG?Tanya seorang Bapak tak percaya mendengar cerita anaknya.

Kalau begitu, boleh dong teman saya itu dijodohkan sama Si Ade? Sang Bapak langsung terdiam dan mengganti topik pembicaraan.

Aku hanya bisa tertawa. Sulit kita bisa berfikir dan bersikap jernih ketika suatu hal menimpa diri kita. Berbeda ketika itu terjadi kepada orang lain.

0 comments:

Post a Comment