Monday, February 5, 2018

Memotivasi Karyawan

Bagaimana caranya agar seorang karyawan bekerja melebihi ekspektasi? Apakah dengan iming-iming gaji dan bonus? Apakah dengan ancaman pemecatan? Dua-duanya bukan jawaban yang tepat.

Seorang karyawan bisa bekerja melebihi ekspetasi; melampui main responsibility-nya dan jam kerja formalnya ketika dia sudah mempunyai motivasi dari dalam dirinya sendiri (inner motivation).

Saya pernah mendengarkan kisah legendaris seorang karyawan Honda mobil. Di Honda setiap karyawan memahami betul arti kualitas. Kualitas adalah kepuasan pelanggan dan yang membuatnya. Pada suatu hari ketika dia sedang ke pusat perbelanjaan dia melihat mobil honda yang sedang parkir. Kondisi mobil tersebut dalam keadaan kotor. Tanpa diminta dan dibayar dia dengan rela membersihkan mobil tersebut sampai bersih. Tak lama kemudian yang empunya mobil keluar dan heran melihat ada orang yang membersihkan mobilnya.
"Kenapa Anda membersihkan mobil saya?"Tanya sang pemilik.
"Saya adalah yang membuat mobil ini. Saya membuatnya dengan kesungguhan. Dan saya tidak rela melihat mobil ini dalam keadaan kotor."Jawab si karyawan Honda.

Seorang karyawan bisa bekerja melebihi ekspektasi ketika mempunyai motivasi yang tinggi. Lebih tinggi dari motivasi terpenuhinya kebutuhan sandang pangan papan. Lebih dari keamanan dan lain sebagainya. Orang bekerja begitu karena mereka mempunyai keinginan menjadi orang besar, menurut Sigmund Freud. Atau mereka mempunyai keinginan menjadi orang penting menurut Jhon Dewey. Jadi kalau orang merasa jadi "orang besar" maka mereka rela melakukan hal-hal tersebut tanpa disuruh dan dihitung itu sebagai lemburan. Jadi kata kuncinya adalah jadikan karyawan itu sebagai orang besar atau orang penting. Maka mereka akan bekerja melebihi main responsibility mereka.

Terus bagaimana caranya agar mereka bisa memiliki keinginan menjadi orang besar atau orang penting? Dalam buku Pemimpin Dalam Diri Anda, karya Stuart R. Levine dan Micahel A. Crom setidaknya ada tiga cara untuk mewujudkan itu:

1. Karyawan harus dilibatkan pada semua bagian prosesk setiap langkah. Kuncinya adalah tim kerja, bukan hirarki.
2. Karyawan harus diperlakukan sebagai individu-individu. Jangan pernah bosan mengakui bahwa mereka sebagai orang penting dan menghargai mereka. Tempatkan mereka sebagai manusia lebih dahulu, dan kemudian sebagai karyawan.
3. Pekerjaan yang bagus harus didorong, dihargai dan diberi rangsangan. Setiap orang pasti memberi respon yang terbaik terhadap harapan-harapan. Jika Anda memperlakukan karyawan seolah-olah mereka mampu dan pintar, mereka akan bekerja dengan sebaik-baiknya.
 Jadi kita bisa memulai langkah-langkah di atas. Jangan pernah menganggap karyawan seperti sumber daya (resources) lainnya seperti uang dan bahan baku. Karyawan juga manusia, punya rasa, punya hati. Jangan samakan denan pisau belati (sambil menyanyi).

Mulailah untuk menjelaskan tujuan dari pekerjaannya dan betapa pentingnya pekerjaan itu bagi perusahaan dan terutama bagi mereka. Libatkan mereka dalam pekerjaan ini, tidak hanya menerima instruksi dari kita. Di tempat saya bekerja ada sebuah contoh nyata. Seorang operator cleaning service yang telah menyadari pentingnya pekerjaannya berusaha mencari cara agar kerjanya lebih baik. Beberapa kali dia mengirimkan sumbang saran (suggestion schema) terkait dengan pekerjaannya. Dia mencari bahan pembersih yang bisa menghapuskan noda yang sukar dibersihkan di dinding. Dia mencari bahan pengganti scrubber yang lebih murah tapi hasilnya tetap sama. Karena kalau beli bahan yang asli harganya mahal sekali. Bayangkan itu dari seorang cleaning service. Bagaimana dengan posisi yang lain.

Perlakukan karyawan seperti orang, maka mereka akan berjalan dengan sendirinya. Memperhatikan hal-hal sisi manusia dari karyawan membuat mereka merasa dihargai. Menyapa mereka, mengetahui nama dan keluarga mereka serta hal-hal kecil lainnya, buat karyawan itu sungguh luar biasa.

Jangan pernah pelit memberikan pujian. Berikan mereka dorongan dan pujian atas pekerjaan mereka. Maka mereka akan bekerja dengan sebaik-baiknya.

So, jadi uang, sandang pangan dan papan memang penting. Tapi menjadi orang besar dan penting itu jauh lebih penting bagi seorang karyawan atau manusia kalau lebih jauh. Ketika ini tertanam dengan kuat maka tunggulah kedahsyatan-kedahsyatan yang terjadi.

0 comments:

Post a Comment